Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Investor mempertimbangkan dampak penghentian serangan militer antara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak turun 1% ke level terendah dalam satu minggu.

Investor mempertimbangkan dampak penghentian serangan militer antara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak turun 1% ke level terendah dalam satu minggu.

智通财经智通财经2026/07/28 04:21
Tampilkan aslinya
  1. Pada hari Selasa, harga minyak internasional melanjutkan penurunannya, dengan kontrak berjangka Brent sempat turun 1,2% dibanding harga penyelesaian Senin ke $87,40 per barel, sementara minyak mentah WTI Amerika sempat turun 1,4% ke $81,43 per barel, keduanya menyentuh level terendah dalam lebih dari satu minggu di sesi perdagangan. Pasar masih mencerna langkah Amerika yang menunda serangan militer terhadap Iran, yang meningkatkan ekspektasi bahwa konflik dapat diredakan melalui jalur diplomatik dan pasokan energi Timur Tengah bisa pulih.
  2. Pada hari Senin, Presiden Amerika Serikat Trump menyatakan bahwa Amerika dan Iran sedang melakukan "dialog yang baik" dan kemungkinan akan mencapai solusi, namun juga memperingatkan bahwa serangan udara akan dilanjutkan jika negosiasi gagal. Dari pihak Iran juga menyampaikan pernyataan balasan yang serupa. Analis IG menunjukkan, munculnya “jalan mundur” ini sementara meredakan tekanan kenaikan harga minyak, namun situasi secara keseluruhan masih sangat bergejolak.
  3. Dari pihak Yaman, kelompok Houthi berusaha meniru mode kendali Iran atas Selat Hormuz di Selat Bab el Mandeb. Menurut analis, meski masih diragukan apakah kelompok Houthi benar-benar memiliki kapasitas militer untuk melakukan blokade total, namun volume pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz sudah menurun secara signifikan. Sementara itu, penurunan permintaan—khususnya di kawasan Asia—juga menjadi faktor kunci mengapa harga minyak belum naik lebih lanjut.
  4. Laporan Barclays pada hari Senin menunjukkan bahwa hingga pekan 24 Juli, ekspor bersih minyak mentah dan produk minyak yang melintasi Selat Hormuz rata-rata 2,9 juta barel per hari, turun sekitar 50% dari 5,9 juta barel pada pekan sebelumnya, mencerminkan arus pelayaran di jalur tersebut masih rendah.
  5. Selain itu, survei awal memperkirakan persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat kemungkinan turun pada pekan lalu, sementara persediaan minyak distilat kemungkinan akan naik.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!