Bonk Guy: Trader tidak perlu memenangkan setiap transaksi, satu peluang keuntungan besar dapat mengubah hasilnya.
Menurut laporan Odaily, Bonk Guy menyatakan bahwa salah satu kesalahan utama yang dilakukan banyak trader adalah berpikir bahwa mereka harus memenangkan setiap perdagangan.
Ia menyebutkan bahwa bahkan jika seorang trader mengalami kerugian pada 90% transaksi, mereka masih bisa lebih unggul dibandingkan kebanyakan orang, karena satu peluang keuntungan besar dapat menutupi kerugian berbulan-bulan dan mengubah hasil secara keseluruhan.
Unipcs menyatakan bahwa tujuan seorang trader bukanlah menang di setiap transaksi, melainkan tetap berpartisipasi di pasar dalam jangka panjang sambil menunggu kesempatan yang benar-benar penting.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Status sebagai saham S&P 100 selama 18 tahun akan berakhir! Nike (NKE.US) segera mengklarifikasi: masih menjadi saham S&P 500.
Nike akan segera dikeluarkan dari indeks S&P 100, mengakhiri sejarahnya sebagai saham komponen selama hampir 18 tahun. Menanggapi pertanyaan pasar terkait berita tersebut, tim hubungan investor Nike menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya melibatkan indeks S&P 100, dan Nike masih merupakan saham komponen dari indeks S&P 500.

Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

