SBI Fund Management India berhasil menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) senilai $1.03 miliar dan harga sahamnya naik hampir 9% pada hari pertama pencatatan.
Menurut Gelonghui pada 21 Juli, saham SBI Fund Management naik sebesar 8,8% pada hari pertama pencatatan pada hari Selasa, sehingga kini menjadi perusahaan manajemen aset terbesar kedua di India berdasarkan kapitalisasi pasar. Para investor optimis terhadap prospek pertumbuhan industri manajemen aset negara tersebut yang bernilai 853 miliar dolar AS. Saham ini sempat naik hingga 624,3 rupee, membuat kapitalisasi pasar perusahaan manajemen aset ini mencapai 1,26 triliun rupee (setara 13,08 miliar dolar AS). Kapitalisasi pasar ICICI Prudential Asset Management dan HDFC Asset Management masing-masing adalah 1,54 triliun rupee dan 1,13 triliun rupee. SBI Fund Management adalah perusahaan patungan yang didirikan oleh State Bank of India, pemberi pinjaman terbesar di India, dan AXA, perusahaan manajemen aset terbesar di Eropa. Hingga Maret 2026, nilai aset yang dikelola perusahaan ini mencapai 12,5 triliun rupee, menjadikannya perusahaan manajemen aset terbesar di India.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Status sebagai saham S&P 100 selama 18 tahun akan berakhir! Nike (NKE.US) segera mengklarifikasi: masih menjadi saham S&P 500.
Nike akan segera dikeluarkan dari indeks S&P 100, mengakhiri sejarahnya sebagai saham komponen selama hampir 18 tahun. Menanggapi pertanyaan pasar terkait berita tersebut, tim hubungan investor Nike menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya melibatkan indeks S&P 100, dan Nike masih merupakan saham komponen dari indeks S&P 500.

Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

