Platform Intelijen Pasar Prediktif Insiders .bot Secara Resmi Mengumumkan TGE
BlockBeats News, 20 Juli, platform agen intelijen pasar prediksi insiders .bot secara resmi mengumumkan TGE di Robinhood chain. Token tersebut diberi nama $IN.
Insiders .bot adalah salah satu platform trading yang secara resmi diotorisasi oleh Polymarket dan sebelumnya telah mendapat dukungan dari HackQuest dan Solana. Selain itu, platform ini telah mengumumkan kerja sama dengan proyek-proyek seperti APRO Oracle, platform live streaming Billioin, dan proyek lain yang terkait pasar prediksi, serta roadmap resmi akan diluncurkan pada tanggal 21.
Informasi resmi menunjukkan bahwa insiders .bot diperkirakan akan segera terintegrasi dengan platform pasar prediksi seperti Kalshi, World .xyz, Predict .fun, Limitless, dan lainnya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Status sebagai saham S&P 100 selama 18 tahun akan berakhir! Nike (NKE.US) segera mengklarifikasi: masih menjadi saham S&P 500.
Nike akan segera dikeluarkan dari indeks S&P 100, mengakhiri sejarahnya sebagai saham komponen selama hampir 18 tahun. Menanggapi pertanyaan pasar terkait berita tersebut, tim hubungan investor Nike menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya melibatkan indeks S&P 100, dan Nike masih merupakan saham komponen dari indeks S&P 500.

Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

