Kepercayaan masyarakat Amerika terhadap perekonomian turun ke titik terendah dalam dua tahun: 61% warga pesimis terhadap prospek ekonomi, mayoritas responden tidak puas dengan kebijakan ekonomi Trump
Berita Odaily: Sebuah survei terbaru yang dirilis oleh CNBC menunjukkan bahwa sentimen pesimis masyarakat Amerika terhadap prospek ekonomi terus meningkat. Sebanyak 61% responden menyatakan pesimis terhadap kondisi ekonomi saat ini dan arah masa depan, merupakan angka tertinggi sejak Desember 2023. Hanya sekitar seperempat responden yang bersikap optimis. Survei menunjukkan mayoritas responden menyalahkan tekanan ekonomi pada kebijakan ekonomi Presiden Trump. Terkait penanganan masalah ekonomi oleh Trump, 60% responden menyatakan tidak puas dan hanya 38% yang menyetujui, menjadikan ini salah satu penilaian terendah dalam karier politiknya.
Micah Roberts, mitra Public Opinion Strategies, menyampaikan bahwa suasana hati pemilih secara keseluruhan saat ini rendah, dan jumlah orang yang memperkirakan kondisi akan memburuk (41%) mengungguli yang percaya akan membaik (29%). Kepercayaan pasar sedang memasuki periode rendah menjelang siklus pemilu sela.
Pada saat yang sama, kenaikan biaya hidup yang terus-menerus sedang memaksa konsumen Amerika untuk mengurangi pengeluaran. Survei menunjukkan 47% responden saat ini memangkas pembelian kebutuhan pokok seperti makanan dan medis, naik 6 poin persentase dibanding April; sekitar dua pertiga konsumen sedang mengurangi pengeluaran untuk konsumsi non-esensial seperti restoran.
Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh Bain & Company bersama NielsenIQ menunjukkan bahwa volume pembelian bahan makanan di Amerika pada bulan Juni mengalami penurunan sebesar 1,8% secara tahunan, jauh lebih lemah dibanding pertumbuhan 0,1% pada periode yang sama tahun lalu.
Kurt Grichel, kepala bisnis ritel Bain di Amerika, menyatakan bahwa pembelian kebutuhan sehari-hari senilai sekitar 300 dollar AS pada tahun 2019 kini mungkin memerlukan 400 dollar AS, dan "shock" akibat kenaikan harga mulai memengaruhi lebih banyak kelompok, termasuk konsumen berpendapatan tinggi.
Analisis menyebutkan bahwa harga makanan yang tinggi, biaya bahan bakar yang mahal, dan kebijakan pemotongan anggaran sosial oleh pemerintahan Trump menjadi faktor yang bersama-sama memperberat tekanan kepada konsumen. Survei menunjukkan empat dari lima konsumen Amerika mencoba memangkas pengeluaran, lebih dari seperempat secara aktif mengurangi konsumsi makanan, di mana lebih dari setengah memilih merek yang lebih murah dan 49% mengurangi jumlah barang yang dibeli. (ibtimes)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Stifel menaikkan target harga Adobe menjadi 225 dolar AS
Ant International bekerja sama dengan Visa (V.US) dan Mastercard (MA.US) untuk bersama-sama mendorong sistem kepercayaan pembayaran agen AI
Perusahaan fintech Ant International mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah menjalin kerja sama dengan Visa dan Mastercard untuk bersama-sama merumuskan standar baru pembayaran melalui AI agent. Hal ini bertujuan agar konsumen dan perusahaan semakin banyak menggunakan AI agent untuk menyelesaikan transaksi.


