Komisi Keuangan Korea menanggapi kontroversi: ETF leverage saham tunggal bukanlah penyebab volatilitas pasar saham
Menurut laporan Odaily yang mengutip Yonhap News Agency, Komisi Jasa Keuangan Korea (FSC) menyatakan bahwa ETF leverage saham tunggal memiliki peran signifikan dalam mencegah aliran dana ke pasar saham luar negeri. FSC juga menyoroti bahwa volatilitas saham semikonduktor Amerika Serikat dan Jepang baru-baru ini juga meningkat secara signifikan, serta menanggapi perdebatan masyarakat yang menganggap ETF leverage saham tunggal sebagai “biang keladi” intensitas volatilitas di pasar saham Korea dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Biro Pasar Modal FSC, Byun Je-ho, mengatakan: "Sebagian permintaan investasi yang sebelumnya mengalir ke pasar luar negeri kini telah kembali ke domestik, dan memang berperan mencegah dana baru terus mengalir ke luar negeri." Ia juga menambahkan: "Menurut saya, meningkatnya volatilitas pasar saham Korea sejak peluncuran produk ini tidak dapat dijelaskan hanya dengan ETF leverage saham tunggal. Dalam situasi di mana dana di pasar Korea sangat terkonsentrasi pada Samsung Electronics dan SK Hynix, fluktuasi ekspektasi dan kekhawatiran terkait industri semikonduktor globallah yang menyebabkan volatilitas produk-produk terkait semakin besar." (Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Status sebagai saham S&P 100 selama 18 tahun akan berakhir! Nike (NKE.US) segera mengklarifikasi: masih menjadi saham S&P 500.
Nike akan segera dikeluarkan dari indeks S&P 100, mengakhiri sejarahnya sebagai saham komponen selama hampir 18 tahun. Menanggapi pertanyaan pasar terkait berita tersebut, tim hubungan investor Nike menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya melibatkan indeks S&P 100, dan Nike masih merupakan saham komponen dari indeks S&P 500.

Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

