ETF Solana spot Amerika mencatat arus keluar bersih harian sebesar 707,100 dolar AS
Odaily melaporkan, berdasarkan data SoSoValue, kemarin (waktu Timur Amerika pada 15 Juli) ETF spot SOL mencatat arus keluar bersih harian sebesar 707.100 dolar AS.
Sementara itu, Fidelity Solana Fund ETF (FSOL) mencatat arus masuk bersih harian sebesar 455.100 dolar AS, dengan total arus masuk bersih historis saat ini sebesar 196 juta dolar AS.
Grayscale Solana Trust (GSOL) mencatat arus keluar bersih harian sebesar 1.162.200 dolar AS, dengan total arus masuk bersih historis saat ini sebesar 107 juta dolar AS.
Hingga waktu publikasi, nilai aset bersih total ETF spot SOL sebesar 895 juta dolar AS, rasio aset bersih SOL 1,99%, dan total arus masuk bersih kumulatif telah mencapai 1,136 miliar dolar AS.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

S&P memperkirakan SK Hynix akan melanjutkan buyback hingga maksimum 40 triliun won pada kuartal keempat, ditambah dividen yang besar, sehingga pasar Value-up Korea mendapatkan katalis baru.
S&P Global Market Intelligence memprediksi bahwa SK Hynix kemungkinan akan mengumumkan rencana buyback saham baru senilai 100 millions hingga 400 millions won Korea pada kuartal keempat tahun ini. Didukung oleh berita ini, ADR SK Hynix melonjak lebih dari 6% pada hari Selasa dan harga saham di Bursa Korea sempat naik 5% pada hari Rabu. S&P menyatakan bahwa, dengan Samsung Electronics yang membatalkan saham treasury dan memberikan dividen besar, dua raksasa ini berpotensi menetapkan standar baru tata kelola perusahaan di pasar modal Korea, membantu mengatasi masalah "Korean Discount" yang telah berlangsung lama.
Semakin yen naik, semakin banyak investor ritel melakukan posisi short! Dengan taruhan short sebesar 3.61 triliun, sinyal peringatan short squeeze mulai berbunyi.
Meskipun yen telah mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, investor ritel Jepang tetap bertaruh bahwa lonjakan besar akan segera mereda dan terus menambah posisi bearish.


