CEO Strive: Fluktuasi harga kredit digital berasal dari peristiwa likuidasi leverage, bukan dari penurunan kualitas kredit dasar
Menurut laporan Odaily, CEO Strive menulis di platform X bahwa hari ini adalah hari yang paling sulit dalam sejarah kredit digital. Setelah STRC mencapai titik terendah di 82,50 dolar AS, harga tersebut pulih secara signifikan, sementara SATA juga mengalami rebound setelah turun dari mendekati nilai nominal ke kisaran rendah 90 dolar AS. Yang terjadi hari ini adalah peristiwa likuidasi leverage, bukan memburuknya kualitas kredit dasar. Cadangan dividen Strive tetap utuh, perusahaan tidak mengalami tekanan, masih mampu memenuhi kewajibannya dan melanjutkan strategi. Kondisi kredit penerbit tetap stabil, situasi kredit dasar pada dasarnya tidak berubah dibandingkan sebelum fluktuasi hari ini. Baik STRC maupun SATA tercatat mengalami pembelian signifikan di sekitar titik terendah hari ini, mendorong kenaikan harga. Peristiwa likuidasi tidak sama dengan peristiwa kredit, dan pergerakan harga hari ini tidak mengubah keyakinannya terhadap peluang jangka panjang kredit digital.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Kenaikan saham Korea meningkat lebih dari 1%.
Penutupan pasar saham AS, BNC naik 50,43%
Menginvestasikan 590 juta dolar untuk mengakuisisi Stride Bank demi mendapatkan lisensi, Chime (CHYM.US) berubah dari “penantang” fintech menjadi “bank berlisensi”
Chime Financial Inc. (CHYM.US) telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi mitra jangka panjangnya, Stride Bank, dengan pembayaran tunai sebesar 590 juta dolar AS. Langkah ini menandai langkah penting perusahaan fintech tersebut dalam mengintegrasikan operasionalnya.

Pasar saham Korea mempersiapkan permainan bottoming: penjualan asing melambat, won Korea menguat, valuasi KOSPI 200 turun ke peringkat pertama dalam sepuluh tahun terakhir.
Setelah likuidasi leverage dan penjualan besar-besaran oleh investor asing, pasar saham Korea mengalami titik balik ganda dari segi valuasi dan teknikal. Pada 8 September, indeks saham Korea menerobos garis tren turun jangka pendek dan untuk pertama kalinya ditutup di atas rata-rata bergerak 50 hari. Forward P/E KOSPI 200 hanya sebesar 6,2 kali, berada di persentil pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis menunjukkan bahwa diskon ekstrem memberikan perlindungan downside yang kuat.
