Penelitian: Kelompok peretas Korea Utara Lazarus menggunakan Git Hooks untuk menyembunyikan malware
Menurut laporan ChainCatcher yang mengutip penelitian dari OpenSourceMalware, kelompok peretas Korea Utara Lazarus telah menggunakan metode baru dalam aktivitas berbahaya yang menargetkan para pengembang seperti "Infectious Interview" dan "TaskJacker", yakni dengan menyembunyikan pemuat tahap kedua di dalam skrip pre-commit Git Hooks. "Infectious Interview" adalah serangkaian serangan yang dilakukan kelompok tersebut dengan memalsukan proses rekrutmen di sektor kripto/DeFi untuk memancing pengembang mengkloning repositori kode berbahaya, yang pada akhirnya mencuri aset kripto dan kredensial.
Peneliti menyarankan agar pengembang yang diminta untuk mengkloning repositori kode sebagai bagian dari proses wawancara agar waspada terhadap risiko semacam ini, sebaiknya menjalankan proses tersebut di lingkungan terisolasi, serta menghindari me-mount konfigurasi browser pribadi, kunci SSH, dan dompet kripto.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

AI kembali menarik perhatian di bidang komputasi! Firmus dan OpenAI menandatangani perjanjian kapasitas pusat data jangka panjang di Malaysia.
Firmus pada hari Selasa menyatakan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian multi-tahun dengan OpenAI, raksasa kecerdasan buatan (AI), untuk menyediakan kemampuan komputasi dari dua pusat data mereka di Malaysia kepada OpenAI, menjadikan pengembang ChatGPT tersebut sebagai klien utama mereka.

