Pendiri 10x Research: BTC berhasil bertahan di atas moving average jangka pendek dan menengah, dengan dominasi lebih dari 60% memunculkan sinyal bullish
Menurut laporan ChainCatcher, pendiri 10x Research Markus Thielen menyampaikan di platform X bahwa Bitcoin saat ini telah berada di atas rata-rata pergerakan 7 hari dan 30 hari, dengan tren jangka pendek dan menengah tetap bullish. Dalam satu minggu terakhir, Bitcoin naik 1,1%, pembelian institusional yang berlanjut serta perusahaan besar yang terus menambah kepemilikan Bitcoin semakin meningkatkan kepercayaan pasar. Namun, pasar kemudian mengalami konsolidasi singkat karena pengaruh prinsip historis “sell the news”.
Markus Thielen berpendapat bahwa dengan dominasi Bitcoin yang tetap di atas 60%, beberapa altcoin diam-diam membentuk level dasar didorong oleh perkembangan fundamental, terutama koin privasi dan proyek infrastruktur RWA yang patut diperhatikan. Selain itu, munculnya berita dari penasihat Gedung Putih yang mengisyaratkan pengumuman terkait cadangan strategis negara semakin memperkuat sentimen bullish di pasar.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Status sebagai saham S&P 100 selama 18 tahun akan berakhir! Nike (NKE.US) segera mengklarifikasi: masih menjadi saham S&P 500.
Nike akan segera dikeluarkan dari indeks S&P 100, mengakhiri sejarahnya sebagai saham komponen selama hampir 18 tahun. Menanggapi pertanyaan pasar terkait berita tersebut, tim hubungan investor Nike menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya melibatkan indeks S&P 100, dan Nike masih merupakan saham komponen dari indeks S&P 500.

Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

