Dolar Bersiap untuk Kenaikan Mingguan Pertama dalam Tiga Minggu Terakhir
Pada hari Jumat, 24 April, dolar AS diperkirakan mencatatkan kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu terakhir, karena negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang terhenti telah memupus harapan untuk meredanya ketegangan secara cepat di Timur Tengah. Dengan perjanjian gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang akan berakhir pada hari Minggu, Iran menunjukkan kontrolnya atas Selat Hormuz dengan merilis rekaman video pasukan khususnya yang melakukan penggerebekan terhadap kapal kargo raksasa, sehingga jadwal pembukaan kembali rute pelayaran ini menjadi tidak pasti. Seorang analis senior di MUFG Bank menyatakan, 'Laporan menunjukkan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran tidak mengalami kemajuan, namun harga minyak tetap kuat sehingga mendukung tren kenaikan dolar AS.' (Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Cisco bekerja sama dengan Palantir dan Nvidia untuk membangun pabrik AI.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group (OIG.US), menetapkan harga IPO sebesar 15 hingga 17 dolar AS per saham dan berencana mengumpulkan dana sebesar 320 juta dolar AS.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Rabu.

Goldman Sachs menilai iPhone lipat Apple: harga "terjangkau", pengiriman tahun ini bisa mencapai 35 juta unit
Laporan Goldman Sachs menyatakan bahwa iPhone Duo, dengan desain "tertipis dalam sejarah" dan harga yang "terjangkau", berpotensi membuka pasar massal. Prediksi pengiriman tetap pada 14 juta hingga 35 juta unit pada tahun 2026. Peningkatan produk baru pada engsel, pendinginan, dan kamera akan membawa keuntungan bagi rantai pasokan di Greater China seperti Foxconn.
