Kenaikan indeks dolar AS dan meredanya ancaman Trump terhadap Iran mendorong harga emas dan perak turun secara bersamaan.
PANews 16 Januari - Pada hari Jumat, harga emas dan perak sama-sama turun karena penguatan dolar AS, setelah jumlah klaim awal tunjangan pengangguran di Amerika Serikat lebih rendah dari perkiraan. Selain itu, sikap Presiden AS Trump yang lebih lunak terhadap Iran juga melemahkan permintaan safe haven untuk logam mulia. Analis menyatakan bahwa penurunan kali ini berkaitan dengan kenaikan indeks dolar ke level 99,49, yang merupakan level tertinggi sejak awal Desember tahun lalu. Pengamat pasar mengatakan, meskipun emas dan perak baru-baru ini mengalami penurunan, ketidakstabilan domestik di Iran serta risiko geopolitik yang terkait dengan Venezuela dan Greenland masih mendukung permintaan safe haven untuk logam mulia, sehingga faktor ketidakpastian ini membuat investor terus memperhatikan logam mulia sebagai aset lindung nilai risiko. Analis memperkirakan harga emas dan perak akan tetap berfluktuasi minggu ini, terutama dipengaruhi oleh volatilitas indeks dolar, sementara pasar juga menunggu keputusan penting Mahkamah Agung AS terkait kasus tarif, yang mungkin akan semakin mempengaruhi pergerakan harga logam mulia.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group (OIG.US), menetapkan harga IPO sebesar 15 hingga 17 dolar AS per saham dan berencana mengumpulkan dana sebesar 320 juta dolar AS.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Rabu.

Goldman Sachs menilai iPhone lipat Apple: harga "terjangkau", pengiriman tahun ini bisa mencapai 35 juta unit
Laporan Goldman Sachs menyatakan bahwa iPhone Duo, dengan desain "tertipis dalam sejarah" dan harga yang "terjangkau", berpotensi membuka pasar massal. Prediksi pengiriman tetap pada 14 juta hingga 35 juta unit pada tahun 2026. Peningkatan produk baru pada engsel, pendinginan, dan kamera akan membawa keuntungan bagi rantai pasokan di Greater China seperti Foxconn.

Saham Jepang ditutup naik 0,2%
