Franklin Templeton Meningkatkan Dua Dana Pasar Uang, Memajukan Adopsi Blockchain dan Stablecoin
BlockBeats News, 14 Januari, Franklin Templeton mengumumkan pembaruan pada dua dana pasar uang institusionalnya, menjadikannya tersedia untuk pasar keuangan ter-tokenisasi yang sedang berkembang dan pasar stablecoin yang teregulasi.
Penyesuaian ini melibatkan dana yang dikelola oleh afiliasinya Western Asset Management, dengan tujuan membantu klien institusional menggunakan alat manajemen kas yang sudah dikenal di platform blockchain dan kerangka cadangan stablecoin.
Secara spesifik, Western Asset Institutional Treasury Obligations Fund telah menyesuaikan struktur investasinya agar mematuhi persyaratan aset cadangan stablecoin dari
Dana lainnya, Western Asset Institutional Treasury Reserves Fund, telah memperkenalkan kelas saham institusional digital baru, yang memungkinkan perantara yang disetujui untuk mencatat dan mentransfer kepemilikan saham dana melalui infrastruktur blockchain.
Franklin Templeton menyatakan bahwa langkah ini dirancang untuk membantu investor institusional secara bertahap mengadopsi infrastruktur on-chain tanpa harus memperkenalkan produk crypto-native yang sepenuhnya baru. Perkembangan ini juga sejalan dengan langkah terbaru institusi keuangan besar seperti JPMorgan Chase yang meluncurkan produk pasar uang ter-tokenisasi di Ethereum.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group (OIG.US), menetapkan harga IPO sebesar 15 hingga 17 dolar AS per saham dan berencana mengumpulkan dana sebesar 320 juta dolar AS.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Rabu.

Goldman Sachs menilai iPhone lipat Apple: harga "terjangkau", pengiriman tahun ini bisa mencapai 35 juta unit
Laporan Goldman Sachs menyatakan bahwa iPhone Duo, dengan desain "tertipis dalam sejarah" dan harga yang "terjangkau", berpotensi membuka pasar massal. Prediksi pengiriman tetap pada 14 juta hingga 35 juta unit pada tahun 2026. Peningkatan produk baru pada engsel, pendinginan, dan kamera akan membawa keuntungan bagi rantai pasokan di Greater China seperti Foxconn.

Saham Jepang ditutup naik 0,2%
