Uni Eropa memerintahkan platform X untuk menyimpan data chatbot hingga akhir tahun
PANews 9 Januari, menurut laporan CCTV, juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier pada tanggal 8 menyatakan bahwa Komisi Eropa telah memerintahkan platform media sosial Amerika Serikat, X, untuk menyimpan semua dokumen dan data internal terkait chatbot bawaan mereka, "Grok", hingga akhir tahun 2026. "Grok" dikembangkan oleh perusahaan kecerdasan buatan xAI milik pengusaha Amerika, Elon Musk, dan diintegrasikan ke dalam platform media sosial X milik Musk. Baru-baru ini, di platform X, terdapat fenomena di mana beberapa pengguna memanfaatkan "Grok" untuk mengedit gambar dan video, dengan sebagian pengguna menghasilkan konten palsu yang mengekspos identitas nyata individu, lalu menyebarkannya di platform X. Korban dari tindakan ini termasuk ratusan perempuan dewasa dan anak di bawah umur. Regnier mengatakan bahwa Komisi Eropa "sangat serius" menangani masalah ini dan telah memutuskan untuk memperpanjang permintaan "penyimpanan data" yang sebelumnya diajukan kepada platform X hingga tahun 2025. Permintaan ini sebelumnya terutama mencakup informasi terkait algoritma platform serta situasi penyebaran dan penyebarluasan konten ilegal. Pada tanggal 4, platform X menanggapi kontroversi terkait dengan menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan terhadap konten ilegal di platform, termasuk menghapus konten terkait, memblokir akun secara permanen, dan bekerja sama dengan pemerintah lokal serta aparat penegak hukum jika diperlukan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Kontraktor NASA, Rothe Development, berupaya masuk ke Nasdaq dan berencana mengumpulkan dana sebesar 50 juta dolar.
Kontraktor Rothe Development, yang menyediakan layanan rekayasa dan operasi misi untuk NASA dan lembaga federal lainnya, pada hari Selasa mengajukan permohonan kepada SEC untuk mengumpulkan dana hingga 50 juta dolar melalui penawaran umum perdana (IPO).

Amerika Serikat memberlakukan larangan impor terhadap beberapa produk Kanada, saham-saham AS mana yang akan terpengaruh?
Amerika Serikat menerapkan tarif pada beberapa produk Kanada, saham Amerika ini layak untuk diperhatikan.

JRWP.US kembali mencoba masuk ke Nasdaq, dengan jumlah dana yang dihimpun meningkat secara signifikan hingga mencapai 31 juta dolar AS.
JRWP.US pada hari Selasa kembali mengajukan permohonan Initial Public Offering (IPO) kepada SEC.

JPMorgan secara optimis memprediksi: Penguatan yen dapat mengurangi tekanan obligasi Jepang, dan sektor AI serta semikonduktor Jepang berpeluang pulih lebih awal.
JPMorgan percaya bahwa penguatan yen dapat meredakan tekanan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang, sehingga mendorong pemulihan lebih awal pada saham artificial intelligence (AI) dan semikonduktor yang terdaftar di Tokyo.

