Korea mewajibkan bank memiliki lebih dari setengah saham untuk menerbitkan stablecoin, legislator menentang dan berencana mengajukan alternatif
Menurut ChainCatcher, Komisi Jasa Keuangan Korea (FSC) telah mengubah posisinya dan mendukung proposal regulasi stablecoin dari Bank Sentral Korea (BOK). Skema ini mengharuskan stablecoin diterbitkan oleh konsorsium yang dipimpin oleh bank, di mana total kepemilikan saham bank harus melebihi 50% untuk mempertahankan kendali. Meskipun perusahaan teknologi dapat menjadi pemegang saham tunggal terbesar, proporsi kepemilikan mereka tetap harus lebih rendah dari total kepemilikan bank.
Namun, rencana ini menghadapi penolakan dari anggota legislatif seperti Partai Demokrat yang berkuasa di parlemen, menyoroti perbedaan antara partai yang berkuasa, lembaga pengawas keuangan, dan bank sentral. Proposal ini juga menetapkan persyaratan yang lebih ketat untuk bursa kripto, termasuk standar stabilitas IT yang lebih tinggi, kompensasi wajib atas kerugian akibat peretasan, serta denda hingga 10% dari pendapatan tahunan maksimum.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Kenaikan saham Korea meningkat lebih dari 1%.
Penutupan pasar saham AS, BNC naik 50,43%
Menginvestasikan 590 juta dolar untuk mengakuisisi Stride Bank demi mendapatkan lisensi, Chime (CHYM.US) berubah dari “penantang” fintech menjadi “bank berlisensi”
Chime Financial Inc. (CHYM.US) telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi mitra jangka panjangnya, Stride Bank, dengan pembayaran tunai sebesar 590 juta dolar AS. Langkah ini menandai langkah penting perusahaan fintech tersebut dalam mengintegrasikan operasionalnya.

Pasar saham Korea mempersiapkan permainan bottoming: penjualan asing melambat, won Korea menguat, valuasi KOSPI 200 turun ke peringkat pertama dalam sepuluh tahun terakhir.
Setelah likuidasi leverage dan penjualan besar-besaran oleh investor asing, pasar saham Korea mengalami titik balik ganda dari segi valuasi dan teknikal. Pada 8 September, indeks saham Korea menerobos garis tren turun jangka pendek dan untuk pertama kalinya ditutup di atas rata-rata bergerak 50 hari. Forward P/E KOSPI 200 hanya sebesar 6,2 kali, berada di persentil pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis menunjukkan bahwa diskon ekstrem memberikan perlindungan downside yang kuat.
