Trump mengkritik fenomena pasar "berita baik tapi harga tidak naik", dan memperingatkan bahwa pihak yang berbeda pendapat tidak akan pernah memimpin Federal Reserve
Berita dari TechFlow, pada 24 Desember, menurut laporan Golden Ten Data, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji data GDP kuartal ketiga di platform media sosial, menyatakan bahwa pertumbuhan GDP mencapai 4,2%, jauh melampaui ekspektasi sebesar 2,5%. Namun, reaksi pasar saat ini justru aneh: sebelumnya kabar baik mendorong pasar naik, kini kabar baik justru sering menyebabkan pasar saham stagnan atau turun—karena Wall Street selalu khawatir kabar baik akan segera memicu kenaikan suku bunga untuk mencegah inflasi yang "potensial". Trump mengatakan, "Hal ini membuat kita sulit sekali mengulangi masa kejayaan pasar yang makmur. Pasar yang kuat sendiri tidak akan menyebabkan inflasi, kebijakan yang salah lah penyebabnya. Saya berharap Ketua Federal Reserve yang baru akan menurunkan suku bunga saat pasar sedang baik, bukan menekan pasar tanpa alasan. Saya ingin melihat pasar yang belum pernah ada selama puluhan tahun: pasar yang naik saat seharusnya naik, turun saat seharusnya turun, pasar yang seharusnya seperti itu, dan pernah seperti itu." Trump juga menyatakan, "Masalah inflasi akan mereda secara alami, jika perlu kita bisa menaikkan suku bunga kapan saja, tetapi tidak seharusnya menaikkan suku bunga hanya untuk menahan kenaikan. Jika membiarkan para 'kutubuku' itu berusaha keras merusak tren naik, negara ini tidak akan pernah menjadi kuat." Terakhir, Trump menegaskan, "Siapa pun yang tidak sependapat dengan saya, jangan pernah bermimpi menjadi Ketua Federal Reserve."
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

Meta mengakuisisi perusahaan rintisan AI asal Swedia, Stilla.ai
