Moody's memperkenalkan kerangka penilaian baru untuk stablecoin, fokus pada kualitas aset cadangan
Jinse Finance melaporkan bahwa Moody’s telah merilis sebuah usulan kerangka pemeringkatan stablecoin yang baru, dengan penekanan utama pada kualitas kredit aset cadangan stablecoin, risiko nilai pasar, serta penilaian risiko operasional. Kerangka ini berarti bahwa meskipun dua stablecoin sama-sama “dipatok 1:1 terhadap dolar AS”, peringkatnya mungkin berbeda tergantung pada jenis aset cadangan di belakangnya. Moody’s menyatakan bahwa proses pemeringkatan akan dibagi menjadi dua langkah: pertama, menilai kualitas kredit dari berbagai jenis aset dalam pool cadangan serta pihak lawan terkait; kedua, memperkirakan risiko nilai pasar berdasarkan kategori dan jangka waktu aset, serta menetapkan “tingkat pinjaman” (advance rates) untuk aset yang berbeda. Selain itu, faktor risiko operasional, likuiditas, dan teknologi stablecoin juga akan dipertimbangkan. Laporan tersebut menekankan bahwa penerbit harus secara efektif memisahkan aset cadangan stablecoin dari bisnis lainnya, memastikan bahwa aset ini hanya digunakan untuk penebusan stablecoin jika penerbit mengalami kebangkrutan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group (OIG.US), menetapkan harga IPO sebesar 15 hingga 17 dolar AS per saham dan berencana mengumpulkan dana sebesar 320 juta dolar AS.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Rabu.

Goldman Sachs menilai iPhone lipat Apple: harga "terjangkau", pengiriman tahun ini bisa mencapai 35 juta unit
Laporan Goldman Sachs menyatakan bahwa iPhone Duo, dengan desain "tertipis dalam sejarah" dan harga yang "terjangkau", berpotensi membuka pasar massal. Prediksi pengiriman tetap pada 14 juta hingga 35 juta unit pada tahun 2026. Peningkatan produk baru pada engsel, pendinginan, dan kamera akan membawa keuntungan bagi rantai pasokan di Greater China seperti Foxconn.

Saham Jepang ditutup naik 0,2%
