Media AS: Bezos dan Musk sedang berlomba membawa pusat data ke luar angkasa
Jinse Finance melaporkan, menurut Wall Street Journal, CEO Tesla Elon Musk dan pendiri Amazon Jeff Bezos sedang bersaing untuk membawa tren pusat data bernilai triliunan dolar AS ke orbit luar angkasa. Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, perusahaan Blue Origin milik Bezos telah memiliki tim yang selama lebih dari satu tahun meneliti teknologi yang diperlukan untuk pusat data AI di orbit. Sementara itu, menurut orang-orang yang terlibat dalam diskusi, SpaceX milik Musk berencana menggunakan versi upgrade dari satelit Starlink-nya untuk membawa muatan komputasi AI, dan akan menawarkan teknologi ini sebagai bagian dari penjualan saham, yang dapat membuat valuasi perusahaan mencapai 800 billions dolar AS. Diketahui bahwa peluncuran satelit dengan kemampuan komputasi AI yang kuat akan menghadapi tantangan rekayasa yang besar dan menimbulkan pertanyaan serius tentang biaya yang diperlukan untuk mengirim sejumlah besar perangkat tersebut ke orbit. Meskipun demikian, konsep ini tetap sangat menarik bagi banyak pemimpin di bidang AI dan teknologi luar angkasa.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Cisco bekerja sama dengan Palantir dan Nvidia untuk membangun pabrik AI.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group (OIG.US), menetapkan harga IPO sebesar 15 hingga 17 dolar AS per saham dan berencana mengumpulkan dana sebesar 320 juta dolar AS.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Rabu.

Goldman Sachs menilai iPhone lipat Apple: harga "terjangkau", pengiriman tahun ini bisa mencapai 35 juta unit
Laporan Goldman Sachs menyatakan bahwa iPhone Duo, dengan desain "tertipis dalam sejarah" dan harga yang "terjangkau", berpotensi membuka pasar massal. Prediksi pengiriman tetap pada 14 juta hingga 35 juta unit pada tahun 2026. Peningkatan produk baru pada engsel, pendinginan, dan kamera akan membawa keuntungan bagi rantai pasokan di Greater China seperti Foxconn.
