Analis: Data ketenagakerjaan yang positif gagal memperjelas prospek suku bunga dan tidak mampu menopang kenaikan pasar
Jinse Finance melaporkan bahwa pasar saham Asia pada hari Jumat melanjutkan tren penurunan global, karena data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang sangat dinantikan gagal memberikan kejelasan mengenai prospek suku bunga. Bahkan setelah Nvidia (NVDA.O) melaporkan kinerja yang menggembirakan, para investor tetap mulai menjual aset berisiko tinggi. Kyle Rodda, analis senior di Capital.com, mengatakan: "Pasar sebenarnya memiliki banyak faktor positif, laporan keuangan kuartalan Nvidia yang luar biasa sempat membuat Wall Street dibuka dengan sangat baik. Data ketenagakerjaan AS juga bisa dibilang ideal. Namun, pasar kekurangan momentum untuk terus naik. Meskipun dua peristiwa risiko utama (dan keduanya berakhir positif) telah berlalu, hal itu tetap tidak cukup untuk menghilangkan sentimen pesimistis yang saat ini menyelimuti pasar." (Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pergerakan saham AS | Saham Bloom Energy (BE.US) melonjak hampir 9% setelah dimasukkan ke dalam indeks S&P 500
Pada hari Selasa, saham Bloom Energy (BE.US) dibuka dengan kenaikan hampir 9%, dengan akumulasi kenaikan 33% dalam lima hari perdagangan terakhir. Saat ini diperdagangkan di 274,59 dolar AS.

Panduan Lengkap untuk Pemula Cryptocurrency pada tahun 2026

