Analis: Penutupan pemerintah AS kali ini berdampak lebih besar pada ekonomi dibandingkan penutupan tahun 2018-19.
Jinse Finance melaporkan bahwa analisis singkat dari Anderson Economic Group LLC menunjukkan bahwa penutupan pemerintah Amerika Serikat terpanjang dalam sejarah kali ini akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan penutupan pada 2018 hingga 2019. Dampak keseluruhannya belum sepenuhnya terlihat. Kepala perusahaan sekaligus CEO, Patrick Anderson, menyatakan: "Kita tidak akan melihat data statistik resmi pemerintah setidaknya selama satu bulan, namun informasi dari sektor swasta yang kami miliki saat ini menunjukkan bahwa dampak penutupan tahun 2025 lebih parah dibandingkan penutupan terakhir yang berakhir pada Januari 2019." Perusahaan tersebut menunjukkan bahwa penjualan bir dan mobil pada bulan Oktober mengalami penurunan. Penjualan mobil turun 4% dibandingkan September, sementara penjualan bir turun 6%. Anderson menambahkan: "Ketika penjualan bir menurun, Anda tahu situasinya sedang tidak baik."
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Status sebagai saham S&P 100 selama 18 tahun akan berakhir! Nike (NKE.US) segera mengklarifikasi: masih menjadi saham S&P 500.
Nike akan segera dikeluarkan dari indeks S&P 100, mengakhiri sejarahnya sebagai saham komponen selama hampir 18 tahun. Menanggapi pertanyaan pasar terkait berita tersebut, tim hubungan investor Nike menegaskan bahwa penyesuaian ini hanya melibatkan indeks S&P 100, dan Nike masih merupakan saham komponen dari indeks S&P 500.

Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

