Arx Research menyelesaikan pendanaan putaran awal sebesar 6,1 juta dolar AS, dipimpin oleh Castle Island Ventures
BlockBeats melaporkan, pada 6 November, perusahaan perangkat keras dan perangkat lunak Arx Research mengumumkan telah menyelesaikan pendanaan putaran seed sebesar 6,1 juta dolar AS, dengan Castle Island Ventures sebagai pemimpin investasi, serta partisipasi dari Inflection, Placeholder, Seed Club Ventures, dan 1kx. Cameron Robertson, Co-Founder dan CEO Arx Research, menyatakan bahwa putaran pendanaan ini menggunakan struktur SAFE (Simple Agreement for Future Equity), namun tidak mengungkapkan waktu pendanaan atau valuasi pasca investasi.
Dana dari putaran ini akan digunakan untuk meluncurkan "Burner Terminal", sebuah perangkat terminal penjualan genggam yang mengintegrasikan aset digital dengan pembayaran tradisional. Terminal ini dapat menerima stablecoin, pembayaran nirsentuh (seperti NFC), serta kartu chip+PIN secara bersamaan, dan telah memperoleh sertifikasi EMV untuk memastikan keamanan, kepatuhan, serta kompatibilitasnya dengan standar internasional sistem pembayaran yang ada.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Meta mengakuisisi perusahaan rintisan AI asal Swedia, Stilla.ai
Indeks Dolar AS naik sekitar 20 poin dalam waktu singkat, emas spot turun sebesar 36 dolar.
EIA secara signifikan menaikkan perkiraan harga minyak: harga rata-rata Brent pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 91 dolar, gangguan pasokan melebihi ekspektasi
Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) memperkirakan harga rata-rata spot minyak Brent pada tahun 2026 akan mencapai 91 dolar per barel, dan pada tahun 2027 sebesar 74 dolar per barel, naik masing-masing 4 dolar dan 5 dolar dibandingkan perkiraan sebelumnya. EIA juga memperkirakan harga rata-rata Brent pada paruh kedua tahun 2026 sekitar 90 dolar per barel, 8 dolar lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. EIA memproyeksikan tingkat rata-rata penghentian produksi pada kuartal keempat sekitar 5.7 juta barel per hari, sementara stok global terus menurun.
