Citigroup dan DTCC: Teknologi tokenisasi agunan sudah matang, regulasi yang tertinggal menjadi hambatan utama
Jinse Finance melaporkan bahwa pada konferensi SmartCon di New York, para eksekutif dari Citi, Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) Amerika Serikat, dan Taurus menyatakan bahwa kolateral tokenisasi lintas aset telah diuji dan diterapkan di berbagai wilayah di seluruh dunia, namun sistem regulasi masih tertinggal dari perkembangan teknologi. Ryan Rugg, Kepala Aset Digital Citi, menunjukkan bahwa sistem "Citi Token Services" milik mereka telah diluncurkan, mendukung transaksi nyata seperti pembayaran rantai pasokan dan penyelesaian pasar modal, dengan volume transaksi mencapai miliaran dolar AS. Namun, karena kurangnya standar hukum yang seragam di berbagai yurisdiksi, ekspansi global berjalan lambat. Nadine Chakar, Kepala Aset Digital DTCC, menyatakan bahwa "Great Collateral Experiment" baru-baru ini telah memverifikasi bahwa obligasi pemerintah, saham, dan reksa dana pasar uang yang ditokenisasi dapat digunakan sebagai kolateral lintas zona waktu, namun hambatan sebenarnya terletak pada eksekusi hukum dan kepercayaan pasar, bukan pada teknologi itu sendiri. Lamine Brahimi, Co-founder Taurus, menyerukan agar Amerika Serikat meniru Swiss dengan menetapkan kerangka hukum dan teknologi nasional yang seragam untuk aset tokenisasi, jika tidak, sistem keuangan akan menghadapi fragmentasi dan risiko kepatuhan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Cisco bekerja sama dengan Palantir dan Nvidia untuk membangun pabrik AI.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group (OIG.US), menetapkan harga IPO sebesar 15 hingga 17 dolar AS per saham dan berencana mengumpulkan dana sebesar 320 juta dolar AS.
Perusahaan asuransi Amerika Serikat, Orion180 Insurance Group, mengumumkan persyaratan IPO-nya pada hari Rabu.

Goldman Sachs menilai iPhone lipat Apple: harga "terjangkau", pengiriman tahun ini bisa mencapai 35 juta unit
Laporan Goldman Sachs menyatakan bahwa iPhone Duo, dengan desain "tertipis dalam sejarah" dan harga yang "terjangkau", berpotensi membuka pasar massal. Prediksi pengiriman tetap pada 14 juta hingga 35 juta unit pada tahun 2026. Peningkatan produk baru pada engsel, pendinginan, dan kamera akan membawa keuntungan bagi rantai pasokan di Greater China seperti Foxconn.

