Founder Securities: Ledakan terminal AI akan segera terjadi
Jinse Finance melaporkan bahwa Founder Securities merilis laporan riset yang menyatakan bahwa teknologi miniaturisasi model semakin matang, daya komputasi, daya penyimpanan, dan setiap aspek perangkat keras terus mengalami peningkatan, sehingga ledakan perangkat terminal AI sudah di depan mata. Meskipun produsen domestik memulai lebih lambat dalam chip daya komputasi terminal utama seperti AI smartphone dan AIPC, namun dalam bidang daya komputasi AIOT terminal, teknologi penyimpanan, serta chip koneksi nirkabel, produsen domestik memiliki potensi besar dan berpeluang untuk menyalip di tikungan. Perlu dicatat bahwa di bawah tren besar AI terminal, perusahaan-perusahaan unggulan di setiap jalur memiliki kemampuan integrasi lintas jalur yang luar biasa, seperti integrasi penyimpanan dan komputasi, serta AISOC dengan daya komputasi terintegrasi. Disarankan untuk memperhatikan tiga aspek inti: SOC daya komputasi terminal, daya penyimpanan terminal, dan koneksi terminal.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

Meta mengakuisisi perusahaan rintisan AI asal Swedia, Stilla.ai
