Eric Trump meraih kekayaan miliaran dolar dengan Bitcoin dan stablecoin WLFI
- Eric Trump menjadi miliarder berkat Bitcoin dan mata uang kripto
- WLFI dan stablecoin memperluas kekuatan keluarga Trump
- Donald Trump Jr. melakukan diversifikasi di luar mata uang kripto
Eric Trump, putra kedua dari Presiden Amerika Serikat saat ini Donald Trump, mencapai status miliarder berkat kepemilikan cryptocurrency-nya. Kenaikannya didorong oleh pertumbuhan American Bitcoin, sebuah perusahaan di mana ia menjadi pemegang saham utama. Pada pagi hari tanggal 3 September 2025, perusahaan tersebut mencapai nilai pasar yang meningkatkan kekayaan bersih Eric menjadi sekitar $950 juta, sebelum menutup hari di sekitar $590 juta.
American Bitcoin memiliki lebih dari 16.000 mesin penambangan aktif dan memegang 2.443 BTC, yang bernilai sekitar US$275 juta. Yang menarik dari sektor ini adalah perusahaan tersebut beroperasi hanya dengan dua karyawan, namun tetap bernilai sekitar US$7,3 miliar. Analis pasar mencatat bahwa valuasi ini mungkin menunjukkan ekspektasi investor yang tinggi.
Mata Uang Kripto dan Bisnis Keluarga Trump
Eric Trump bukan satu-satunya anggota keluarga yang berinvestasi di sektor ini. Donald Trump Jr. juga terlibat dalam usaha aset digital, termasuk American Bitcoin, meskipun kepemilikan pastinya belum diungkapkan. Kedua bersaudara ini juga memimpin World Liberty Financial (WLFI), sebuah perusahaan yang meluncurkan token sendiri dan stablecoin yang dipatok $1, didukung oleh lebih dari $2 miliar dari investor UEA.
WLFI mendapatkan perhatian setelah Presiden Trump menandatangani undang-undang pada Juli 2025 yang mengatur stablecoin di AS. Langkah ini meningkatkan kepercayaan investor internasional dan memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama di sektor aset digital.
Diversifikasi di luar mata uang kripto
Selain fokus pada kripto, Eric dan Donald Jr. juga memperluas bisnis lisensi keluarga di pasar seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Rumania. Pendapatan melonjak dari $7 juta pada 2023 menjadi $45 juta pada tahun berikutnya, menjadikan area ini sebagai kekuatan utama dalam strategi bisnis keluarga Trump.
Kedua bersaudara ini juga bermitra dengan Dominari Holdings untuk membangun model investasi baru. Pada musim panas 2025, mereka meluncurkan New America Acquisition I Corp, sebuah SPAC dengan tujuan mengumpulkan $300 juta untuk inisiatif teknologi dan logistik. Sementara itu, Donald Trump Jr. semakin mendiversifikasi portofolionya dengan duduk di dewan retailer GrabAGun (PEW) dan berinvestasi di produsen drone Unusual Machines.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Taruhan saham per jam, Wall Street leveraged ETF berevolusi lagi
Defiance ETFs telah mengajukan permohonan kepada SEC untuk meluncurkan dana leverage yang direset setiap jam, dengan enam kali rebalancing setiap hari perdagangan, sehingga periode target hasil dipersingkat dari "hari" menjadi "jam". Produk ini memberikan alat trading intraday yang lebih rinci untuk para trader aktif, namun penggabungan hasil yang sering juga akan memperbesar keuntungan maupun kerugian secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko volatilitas. Di tengah pengawasan yang semakin ketat dari regulator global terhadap ETF leverage, masih ada ketidakpastian besar apakah produk ini dapat disetujui.
![Membongkar Federal Reserve: Bagaimana Permainan Kekuatan Hak Cipta Bank Sentral Sebenarnya Berjalan? [Pengantar Masterclass Hu Jie]](https://img.bgstatic.com/spider-data/8fd6ca13a20d30498bd3da06a5c35e211788956862138.png?w=420&h=236&f=webp)
Mimpi "American Mining Dream" Perusahaan Tambang Bitcoin Pupus! Perusahaan Tambang Beralih ke Pembangunan Pusat Data AI, Keterbatasan Listrik Menjadi Kunci Penilaian Ulang
Karena perkembangan pesat kecerdasan buatan dan anjloknya harga mata uang kripto, rencana Donald Trump untuk memusatkan aktivitas penambangan bitcoin di Amerika Serikat sedang runtuh. Dibandingkan dengan Oktober tahun lalu, saat ini daya komputasi yang digunakan untuk menambang bitcoin turun 18%.

