
Imbal Hasil Treasury Anjlok dan Dolar Dijual Besar-besaran, Memicu Pembelian: Emas Melonjak Lebih dari 3% Mendekati $4.500 seiring Reli Luas Logam Mulia
Pasar emas mencatat rebound kuat pada Rabu (19), dengan harga emas spot sempat menyentuh $4.499,20 per ons, level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan. Pada pukul 02.10 WIB, emas spot diperdagangkan pada $4.487,91, naik 3,6% pada hari tersebut. Futures emas AS bulan Desember naik 2,8% dan ditutup pada $4.545,30 per ons.

Katalis utama di balik reli ini adalah pengumuman Departemen Keuangan AS bahwa mereka akan memperluas operasi repo pendukung likuiditas untuk obligasi pemerintah bertenor panjang. Pasar menilai langkah tersebut mendukung permintaan terhadap Treasury bertenor lebih panjang, yang mendorong imbal hasil Treasury AS jangka panjang turun tajam dari level tinggi. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS melemah, menciptakan dua faktor pendorong yang menurunkan biaya peluang memegang emas dan memicu pembelian berbasis momentum di seluruh sektor logam mulia.
Reli ini tidak hanya terjadi pada emas. Perak, Platinum, dan paladium juga menguat, menunjukkan bahwa modal tidak hanya terkonsentrasi pada satu aset, tetapi mulai kembali mengalir ke sektor logam mulia secara luas.
Penurunan Imbal Hasil Treasury Jangka Panjang Meningkatkan Daya Tarik Emas
Emas tidak menghasilkan pendapatan bunga, sehingga perubahan suku bunga pasar dan suku bunga riil menjadi faktor yang sangat penting dalam menggerakkan harga emas. Ketika imbal hasil Treasury naik, imbal hasil yang tersedia dari aset pendapatan tetap seperti obligasi ikut meningkat sehingga berpotensi mengurangi daya tarik relatif emas. Sebaliknya, penurunan imbal hasil mengurangi biaya peluang memegang emas.

Keputusan Departemen Keuangan AS untuk menggandakan skala operasi repo pendukung likuiditas bagi Treasury bertenor panjang mengejutkan pasar. Setelah pengumuman tersebut, imbal hasil Treasury AS 30 tahun turun tajam dari level yang mendekati titik tertinggi dalam beberapa tahun, sehingga secara langsung mendukung harga emas.
Pengumuman Departemen Keuangan tersebut sangat positif bagi emas. Penurunan imbal hasil Treasury jangka panjang dapat semakin melemahkan dolar AS, dan kedua faktor tersebut akan meningkatkan daya tarik emas bagi investor.
Indeks Dolar Turun 0,8%, Mendorong Permintaan Internasional
Selain penurunan imbal hasil, anjloknya dolar AS juga menjadi pendorong utama lonjakan emas.
ICE U.S. Dollar Index turun sekitar 0,8% pada Rabu, membuat emas berdenominasi dolar relatif lebih murah bagi investor luar negeri yang memegang mata uang lain dan mendorong permintaan internasional. Emas dan dolar sering kali memiliki hubungan terbalik: ketika dolar melemah, emas cenderung menarik lebih banyak modal; ketika dolar menguat, harga emas dapat tertekan.
Pergerakan cepat emas menuju level psikologis penting $4.500 mencerminkan bahwa pasar secara bersamaan memperhitungkan dua tema makro utama: penurunan imbal hasil dan pelemahan dolar.
Ekspektasi Kebijakan The Fed Bergeser saat Pasar Memperkirakan Suku Bunga Tetap
Pasar juga terus mencerna risalah rapat terbaru Federal Reserve dan data ekonomi terkini.
Risalah rapat The Fed bulan Juli menunjukkan bahwa sejumlah pejabat masih sangat mengkhawatirkan inflasi dan bahkan menilai kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan jika inflasi gagal kembali ke target 2% bank sentral. Namun, melemahnya data ketenagakerjaan AS dan data ekonomi lainnya belakangan ini telah secara signifikan mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lagi dalam waktu dekat.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 65% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada rapat bulan September. Hal ini menunjukkan bahwa investor sedang menilai ulang prospek: jika pertumbuhan ekonomi melambat dan biaya energi meningkat, tetapi The Fed tidak melanjutkan pengetatan agresif, suku bunga riil dapat turun—kondisi yang umumnya mendukung aset tanpa yield seperti emas.
TD Securities menyatakan bahwa perluasan operasi repo pendukung likuiditas oleh Departemen Keuangan secara efektif memberikan momentum baru bagi pasar logam mulia. Meskipun aliran investasi ke emas baru-baru ini melemah, dana dapat kembali dengan cepat jika pasar semakin memperhitungkan penurunan suku bunga riil dan meningkatnya risiko stagflasi.
Breakout Teknikal di Atas Moving Average 100 Hari Menjadikan $4.500 Level Penting dalam Jangka Pendek
Dari perspektif analisis teknikal, emas spot menembus moving average 100 hari di sekitar $4.381 pada Rabu, menandakan perbaikan berarti dalam struktur harga.
Moving average 100 hari umumnya dipandang sebagai level acuan penting untuk tren jangka menengah. Setelah emas berhasil bertahan di atas moving average ini, pembelian teknikal dapat meningkat dan menarik lebih banyak trader pengikut tren untuk membangun posisi long. Jika harga tetap kokoh di atas $4.381, emas dapat kembali menguji—atau bahkan menantang—ambang psikologis $4.500.
Level penting yang perlu diperhatikan pasar dalam waktu dekat meliputi:
-
$4.500: Level resistance psikologis utama dan ambang sentimen pasar
-
Sekitar $4.545: Area penutupan tertinggi futures emas dan potensi target kenaikan bagi pihak bullish
-
$4.381: Moving average 100 hari yang berfungsi sebagai support teknikal utama untuk jangka pendek hingga menengah
-
Indeks Dolar AS dan imbal hasil Treasury 30 tahun: Variabel utama yang kemungkinan akan terus memengaruhi momentum harga emas
Perak, Platinum, dan Paladium Turut Melonjak seiring Memanasnya Sektor Logam Mulia
Reli meluas melampaui emas, sementara logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan kuat:
-
Perak spot naik hampir 4% menjadi $65,80 per ons
-
Platinum spot melonjak 5,1% menjadi $1.800,02 per ons
-
Paladium spot naik 2,7% menjadi $1.325,12 per ons
Kenaikan serentak emas, perak, Platinum, dan paladium mencerminkan penyesuaian harga pasar terhadap pelemahan dolar, penurunan imbal hasil obligasi, dan membaiknya ekspektasi likuiditas.
Emas terutama didukung oleh permintaan aset safe haven, pergerakan suku bunga riil, dan pembelian bank sentral. Sementara itu, selain karakteristiknya sebagai logam mulia, perak dan Platinum juga memiliki eksposur terhadap permintaan industri. Oleh karena itu, jika dolar terus melemah dan tekanan suku bunga semakin mereda, sektor logam mulia secara luas dapat terus mengalami volatilitas tinggi dan minat trading yang aktif.
Hal yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya: Imbal Hasil, Dolar, The Fed, dan Data Inflasi
Kemampuan emas untuk menembus $4.500 secara meyakinkan akan bergantung pada beberapa faktor utama:
1. Apakah imbal hasil Treasury AS jangka panjang terus menurun
Jika imbal hasil terus menurun, biaya peluang memegang emas akan berkurang dan mendukung kenaikan harga lebih lanjut.
2. Apakah dolar AS semakin melemah
Dolar yang lebih lemah dapat mendorong pembelian dari luar negeri dan mendukung harga emas berdenominasi dolar.
3. Apakah ekspektasi terhadap Federal Reserve yang dovish berlanjut
Jika pasar terus memperkirakan suku bunga tetap—atau mulai memperhitungkan pemangkasan suku bunga mendatang—emas dapat memperoleh dukungan lebih lanjut.
4. Perkembangan inflasi dan harga energi
Jika inflasi kembali meningkat dan memaksa The Fed mengambil sikap yang lebih hawkish, imbal hasil dan dolar dapat naik sehingga berpotensi menekan emas.
Secara keseluruhan, reli tajam emas menegaskan bahwa suku bunga dan dolar AS tetap menjadi pendorong jangka pendek paling sensitif bagi logam mulia. Ketika membaiknya ekspektasi likuiditas, penurunan suku bunga riil, dan permintaan aset safe haven berpadu dengan breakout teknikal di atas moving average 100 hari, momentum bullish dapat meningkat dengan cepat.
Ingin Trading Emas dan Logam Mulia? Jelajahi Peluang CFD di Bitget
Emas, perak, dan logam mulia lainnya sering mengalami volatilitas harga yang signifikan menjelang keputusan suku bunga, rilis data inflasi, pergerakan mata uang, dan perkembangan geopolitik. Trader yang ingin memanfaatkan peluang pasar bullish maupun bearish dapat menjelajahi produk dan fitur terkait CFD di Bitget, sekaligus menyusun strategi berdasarkan pandangan pasar masing-masing.
Baik kamu mengamati kelanjutan momentum setelah emas menembus $4.500 maupun memantau potensi risiko pullback akibat rebound dolar AS dan imbal hasil Treasury, kamu perlu menerapkan manajemen risiko yang baik, menggunakan order stop-loss, serta menilai risiko trading dengan leverage secara cermat.
Kunjungi Bitget hari ini untuk menjelajahi peluang CFD emas dan melakukan trading berdasarkan volatilitas pasar global
- Penurunan Imbal Hasil Treasury Jangka Panjang Meningkatkan Daya Tarik Emas
- Indeks Dolar Turun 0,8%, Mendorong Permintaan Internasional
- Ekspektasi Kebijakan The Fed Bergeser saat Pasar Memperkirakan Suku Bunga Tetap
- Breakout Teknikal di Atas Moving Average 100 Hari Menjadikan $4.500 Level Penting dalam Jangka Pendek
- Perak, Platinum, dan Paladium Turut Melonjak seiring Memanasnya Sektor Logam Mulia
- Hal yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya: Imbal Hasil, Dolar, The Fed, dan Data Inflasi
- Ingin Trading Emas dan Logam Mulia? Jelajahi Peluang CFD di Bitget


